Berdasarkan penelitian, adrenalin dan hormon kortisol dalam tubuh orang yang berpuasa lebih mudah bercampur dengan darah. Hormon-hormon tersebut berperan penting dalam membentengi tubuh dari kanker dan menghalangi peningkatan jumlah sel kanker.

Pada orang yang berpuasa, lapisan lemak yang menutupi organ bagian dalam tubuh seperti jantung, ginjal, lambung, dan hati akan terbakar dan menghasilkan energi yang berguna menghalangi penyakit pada organ-organ tersebut. Selama berpuasa organ hati beristirahat selama 3-5 jam.

Selama masa istirahat itu hati menghasilkan zat globulin yang berfungsi memperkuat sistem pertahanan tubuh. Volume darah juga berkurang dan tekanan darah turut berkurang sehingga jantung menjadi lebih rileks. Menurunkan gula darah dan kolesterol. Ini sangat berguna bagi orang yang menderita penyakit darah tinggi dan penderita diabetes. Hampir semua penyakit disebabkan oleh pola makan yang berlebihan. Saat orang berpuasa organ-organ dalam tubuh dapat beristirahat dan semua nutrisi yang ada dalam tubuh habis terpakai, sehingga puasa juga sangat berguna bagi penderita penyumbatan nadi atau arteriosklerosis dan penderita diabetes Puasa juga adalah resep ampuh dalam menurunkan berat badan, mengistirahatkan sistem pencernaan, dan menurunkan jumlah lemak di dalam darah. Dahaga yang dialami pada saat berpuasa membuat cairan lain dalam tubuh lebih terkonsentrasi sehingga membuat tubuh menjadi lebih sehat. Di samping manfaat fisiologis puasa juga memberi manfaat psikologis dan moral. Orang yang berpuasa akan merasa tenang dan damai, karena menghindari berbagai macam nafsu dan perilaku buruk, seperti rasa benci, sirik, tamak, dan lain-lain. Penelitian juga menyebutkan bahwa sebagian besar pasien yang menderita sindrom usus besar dan sembelit akan merasakan manfaat dari puasa.