X KETO DIET Click Here!

Developed in conjunction with Ext-Joom.com

Batuk kronis adalah batuk yang berlansung terus menerus atau tidak menghilang. Batuk kronis sebenarnya bukan penyakit, namun merupakan gejala dari penyakit-penyakit lain. Batuk kronis pada umumnya sering menyerang pada siapa pun.
Penyebab-Penyebab Batuk Kronis

Beberapa penyebab umum dari batuk kronis termasuk asma, allergic rhinitis, persoalan-persoalan sinus (contohnya infeksi sinus), dan pengaliran balik ke esophagus (esophageal reflux) dari isi-isi lambung. Pada kejadian-kejadian yang jarang, batuk kronis mungkin adalah akibat dari penghisapan dari benda-benda asing ke dalam paru-paru (biasanya pada anak-anak). Adalah sangat penting untuk memperoleh x-ray dada jika batuk kronis hadir. Berikut menyinggung pasien-pasien yang mempunyai x-ray dada yang normal.

1. Merokok adalah penyebab yang paling umum dari batuk kronis.
2. Asma adalah penyakit dari saluran udara, berakibat pada kesulitan bernapas atau mencuit-cuit yang seringkali dikarakteristikan oleh tes-tes pernapasan yang abnormal. Beberapa penderita-penderita asma mempunyai batuk kronis sebagai gejala mereka satu-satunya. Mereka mungkin bahkan mempunyai tes-tes fungsi paru yang normal. Ini serigkali dirujuk sebagai asma varian-batuk. Gejala-gejala asma dapat diperburuk oleh udara dingin, paparan pada pollutants (pengotor-pengotor) udara atau serbuk sari (pollen), asap, atau minyak-minyak wangi.
3. Gastroesophageal reflux disease (GERD), merujuk pada reflux, atau pengaliran balik, dari asam lambung dan isi-isi lain kedalam esophagus. Jika asam lambung bergerak balik naik ke esophagus, refleks-refleks berakibat pada spasme dari saluran-saluran udara yang dapat menyebabkan sesak napas dan batuk. Pada beberapa kejadian-kejadian, reflux (pengaliran balik) dapat menjadi begitu parah sehingga bahan-bahan dapat terhisap kedalam paru-paru dan menyebabkan gejala-gejala yang serupa serta kerusakan pada jaringan paru. Pada beberapa individual-individual, tidak ada rasa terbakar di dada (heartburn) dirasakan dan satu-satunya gejala mereka mungkin adalah batuk.
4. Persoalan-persoalan sinus dan tetesan postnasal dapat menyebabkan batuk kronis. Kondisi ini dapat menjadi sulit untuk dideteksi. Adakalanya CT scan dari sinus-sinus adalah perlu untuk diagnosis. Pasien-pasien seringkali mengeluh "perasaan gatal di tenggorokan mereka" dan membersihkan tenggorokan yang sering.
5. Infeksi-infeksi seperti bronchitis atau pneumonia dapat menyebabkan batuk. Infeksi-infeksi dapat disebabkan oleh virus, bakteri atau jamur. Infeksi-infeksi virus tidak merespon pada antibiotik-antibiotik. Pada pasien-pasien dengan asma, infeksi-infeksi virus pernapasan bagian atas seringkali berakibat pada batuk yang berkepanjangan bahkan setelah infeksinya telah hilang.
6. Obat-obat tertentu, khususnya ace inhibitors [enalapril (Vasotec), captopril (Capoten) dll.] yang digunakan dalam merawattekanan darah tinggi, dapat menyebakan batuk kronis.
7. Penyebab-penyebab yang kurang umum dapat juga termasuk tumor-tumor, sarcoidosis atau penyakit paru lain.

Jika batuk kronis berlangsung lama pasien harus diperiksa secara intensif oleh dokter. Adalah penting untuk menyampingkan; asma, tetesan postnasal, esophageal reflux, efek sampingan obat, penyakit paru interstitial, atau infeksi-infeksi tidak umum lainnya.